Minggu, 21 Agustus 2016

Contoh Teks Cerita Sejarah Jenis Peristiwa Sejarah

Asal – usul Desa Jiken

       Pada jaman dahulu kala, sekitar 1800 tahun yang lalu, di wilayah Kecamatan Tulangan – Sidoarjo. Ada sebuah desa yang bernama Desa Jiken. Di desa itu hiduplah dua orang sesepuh yang bernama KH. M. Ja’far Shodiq dan Mbah Raden Jiwono. Dahulunya desa itu masih berupa hutan belantara dan masih sedikit penghuninya.
       Mbah Ja’far Shodiq adalah salah satu tokoh agama yang pertama di desa Jiken tersebut. Sedangkan Mbah Raden Jiwono adalah salah satu orang yang merancang agar hutan belantara di desa jiken menjadi tanah yang berguna bagi kehidupan masyarakat dan memperluas pendukuhan demi pengembangan agama islam pada masa itu.
        Mbah Raden Jiwono membuka hutan di Desa Jiken, dan dengan keikhlasannya sedikit demi sedikit hutan yang lebat telah  menjadi tanah yang bagus dan akhirnya terbentuklah sebuah Desa. Setelah terbentuk sebuah Desa. Mbah Ja’far Shoqid mendirikan sebuah tempat ibadah bagi umat islam (Masjid) dengan dibantu oleh warga yang saat itu jumlah warga hanya ada beberapa saja.
        Ditengah perjalanan saat pembangunan masjid, ternyada ada kendala yang dialami yaitu kekurangan kayu untuk bagian atap masjid, karena kayu yang akan di buat kuda – kuda tersebut patah ditengah pembangunan yang belum usai. Mendengar berita itu, Mbah Ja’far Shodiq dengan tenang beliau berdoa. Tidak lama kemudian Mbah Ja’far Shodiq memanggil warga desa untuk membantu menarik kayu tersebut agar kayu tersebut bisa memanjang, karena kesaktiannya akhirnya kayu tersebut bisa memanjang dan cukup untuk melanjutkan pembangunan masjid tersebut. Setelah masjid tersebut sudah selesai dibangun, akhirnya masjid tersebut diberi nama “Masjid Ja’far Shodiq”.
         Setelah berjalannya waktu, sebelum Mbah Raden Jiwono wafat, beliau berpepatah kepada seluruh warga Desa, bahwa jadilah orang yang tegas yang bisa memegang omongan “Siji sing Teken”, atau dalam bahasa Indonesia yang artinya “Satu yang Pasti”.

        Akhirnya Desa tersebut dinamkan Desa Jiken. Mbah Raden Jiwono dimakamkan di bawah pohon ipik yang berada di Desa Jiken. Sedangkan Mbah Ja’far Shodiq dimakamkan di sebuah pemakaman yang berada di Desa Jiken yang saat ini dinamakan Makam Mbah Ja’far Shodiq.